Cara Instal Kingsoft Office atau WPS di Linux
Langkah-Langkah
Menginstall Kingsoft Office atau WPS di Linux
Untuk menginstallnya menggunakan GDebi Package Installer. Klik kanan file .deb nya dan pilih GDebi Package Installer.Dilanjutkan dengan klik Install Package.
Tunggu proses install sampai selesai
Sekarang
buka kembali WPS Officenya, kalau berhasil maka menunya berubah menjadi bahasa
Inggris.
[Writer]
[Presentation]
[Spreadsheet]
Untuk menginstallnya menggunakan GDebi Package Installer. Klik kanan file .deb nya dan pilih GDebi Package Installer.Dilanjutkan dengan klik Install Package.
Tunggu proses install sampai selesai
Setelah
selesai buka WPS Officenya.Ketika pertama kali dibuka bahasa yang digunakan
adalah bahasa Cina.
Untuk mengubahnya ke bahasa Inggris, buka terminal dan ketikkan
perintah berikut ini
cd /opt/kingsoft/wps-office/office6/2052
Langkah selanjutnya ketikkan perintah berikut ini di
terminal
sudo rm qt.qm wps.qm wpp.qm et.qm
Berikut ini tampilan WPS Kingsoft Office
[Presentation]
[Spreadsheet]
Langkah-Langkah
Mengunci Folder Berdasarkan User Privilleges (rwx) Owner, Other dan Group
Menejemen user dan grup merupakan bagian penting dari
pemeliharaan keamanan sebuah sistem. Menejemen user dan grup dapat
dikategorikan dalam dua jenis:
1. Pengaturan root dan user
Sistem operasi Linux ataupun Unix-like dirancang sebagai sistem dengan multi-user. Dimana setiap user akan memiliki mekanisme pemisahan dan perlindungan file dari setiap user individual dan memungkinkan setiap user menggunakan sistem secara simultan. Setiap akun user akan mendapatkan nomor indentifikasi secara otomatis. Nomor ini disebut dengan User ID (UID).
Root merupakan akun definitif dari sistem administratif yang memungkinkan melakukan semua perintah dan file pada sistem operasi linux atau Unix-like. Root dapat berupa akun root, root user dan superuser. Seperti halnya akun reguler, root memiliki direktori home pada sistem yang disebut sebagai top level directory. Di dalam directory root terdapat subdirectory dan file-file yang dibutuhkan. Direktori root dilambangkan dengan notasi forward slash (/) atau disebut juga dengan slash-root. Akun root memiliki privileges yang memberikan kekuasaan sepenuhnya terhadap sistem yang bersifat absolut. Hak akun root memungkinkannya untuk mengubah sistem ataupun mengubah hak akses atas sistem untuk user lain.
Untuk melakukan fungsi root, anda akan diperkenalkan dengan perintah sudo. Sudo ( su “do”) memungkinkan administrator sistem untuk mendelegasikan hak akses pada user tertentu atau sekelompok grup tertentu untuk menjalankan beberapa atau seluru perintah sebagai root atau sebagai user lain namun tetap memberikan jejak audit dari perintah tersebut dan argument yang diberikan. Pengaturan sudo dilakukan pada file sudoer sebagai file setup. File sudoer hanya diberikan akses pengubahan dan pembacaannya pada akun root. Pengubahan konten pada file sudoer hanya diijinkan menggunakan perintah visudo.
Selain akun root, sistem operasi Linux memungkinkan adanya user lain dengan menejemen yang terpisah dan saling bebas satu sama lain. Masing-masing akun user selain root dapat mememiliki privilege yang berbeda. Pengaturan akun dilakukan menggunakan akun root atau superuser. Menejemen user yang dapat dilakukan meliputi penambahan akun user, penghapusan akun user, pengubahan password secara permanen maupun berkala, penambahan atau pengurangan hak akses atas file atau folder. Juga dapat melakukan pengaturan secara berkelompok yang disebut grup.
2. File Permission
Dalam Linux dan unix, semua direpresentasikan dalam file. Semua file ini memiliki permission sistem yang memungkinkan atau mencegah user lain melihat, mengubah atau mengeksekusi file tersebut. Kemampuan mengubah ini dimiliki oleh akun root atau superuser. Untuk mengatur permission, terdapat tiga tipe pembatasan akses, yaitu:
Permission Action Chmod option
read View r atau 4
write edit W atau 2
execute execute x atau 1
Untuk mengubah permission kita dapat menggunakan perintah chmod dengan sintaks
chmod (option) filename
dengan option definition sebagai berikut
Option Definisi
U Owner
G Group
O Other
Z All (same as ugo)
X Execute
W Write
R Read
+ Add permission
- Remove permission
= Set permission
1. Pengaturan root dan user
Sistem operasi Linux ataupun Unix-like dirancang sebagai sistem dengan multi-user. Dimana setiap user akan memiliki mekanisme pemisahan dan perlindungan file dari setiap user individual dan memungkinkan setiap user menggunakan sistem secara simultan. Setiap akun user akan mendapatkan nomor indentifikasi secara otomatis. Nomor ini disebut dengan User ID (UID).
Root merupakan akun definitif dari sistem administratif yang memungkinkan melakukan semua perintah dan file pada sistem operasi linux atau Unix-like. Root dapat berupa akun root, root user dan superuser. Seperti halnya akun reguler, root memiliki direktori home pada sistem yang disebut sebagai top level directory. Di dalam directory root terdapat subdirectory dan file-file yang dibutuhkan. Direktori root dilambangkan dengan notasi forward slash (/) atau disebut juga dengan slash-root. Akun root memiliki privileges yang memberikan kekuasaan sepenuhnya terhadap sistem yang bersifat absolut. Hak akun root memungkinkannya untuk mengubah sistem ataupun mengubah hak akses atas sistem untuk user lain.
Untuk melakukan fungsi root, anda akan diperkenalkan dengan perintah sudo. Sudo ( su “do”) memungkinkan administrator sistem untuk mendelegasikan hak akses pada user tertentu atau sekelompok grup tertentu untuk menjalankan beberapa atau seluru perintah sebagai root atau sebagai user lain namun tetap memberikan jejak audit dari perintah tersebut dan argument yang diberikan. Pengaturan sudo dilakukan pada file sudoer sebagai file setup. File sudoer hanya diberikan akses pengubahan dan pembacaannya pada akun root. Pengubahan konten pada file sudoer hanya diijinkan menggunakan perintah visudo.
Selain akun root, sistem operasi Linux memungkinkan adanya user lain dengan menejemen yang terpisah dan saling bebas satu sama lain. Masing-masing akun user selain root dapat mememiliki privilege yang berbeda. Pengaturan akun dilakukan menggunakan akun root atau superuser. Menejemen user yang dapat dilakukan meliputi penambahan akun user, penghapusan akun user, pengubahan password secara permanen maupun berkala, penambahan atau pengurangan hak akses atas file atau folder. Juga dapat melakukan pengaturan secara berkelompok yang disebut grup.
2. File Permission
Dalam Linux dan unix, semua direpresentasikan dalam file. Semua file ini memiliki permission sistem yang memungkinkan atau mencegah user lain melihat, mengubah atau mengeksekusi file tersebut. Kemampuan mengubah ini dimiliki oleh akun root atau superuser. Untuk mengatur permission, terdapat tiga tipe pembatasan akses, yaitu:
Permission Action Chmod option
read View r atau 4
write edit W atau 2
execute execute x atau 1
Untuk mengubah permission kita dapat menggunakan perintah chmod dengan sintaks
chmod (option) filename
dengan option definition sebagai berikut
Option Definisi
U Owner
G Group
O Other
Z All (same as ugo)
X Execute
W Write
R Read
+ Add permission
- Remove permission
= Set permission
Sumber :













Komentar
Posting Komentar